Tekan Aksi Kriminal, Gelar Patroli Lebih Ditingkatkan

Eko Hengky PrayitnoTribratanewsjatim.com: Mulai meningkatnya kasus kriminalitas yang terjadi di Jawa Timur membuat masyarakat, terutama Surabaya mulai khawatir untuk keluar rumah. Sehingga hal ini membuat Polda Jatim menginstruksikan kepada Kapolres untuk menindak tegas pelaku kriminal seperti jambret, begal, serta perampokan.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jatim, AKBP Eko Hengky Prayitno mengatakan, Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Polres yang ada di Jatim untuk lebih meningkatkan intensitas patroli. Sehingga hal ini dapat menekan jumlah kriminalitas. “Kapolda Jatim telah menginstruksikan untuk lebih giat lagi untuk melakukan patroli, hal ini agar masyarakat lebih tenang,” katanya, Jumat (22/4/2016).

Namun saat disinggung adanya tembak ditempat, Hengky mengatakan selama adanya prosedur yang pasti tindakan tersebut akan dilakukan. “Selama Standart Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, tindakan itu tidak masalah. Namun Kapolda lebih mengutamanakan untuk melakukan patroli agar masyarakat lebih tenang saat keluar malam maupun keluar di jalan,” lanjutnya.

Dari hasil analisa dan evaluasi (anev) Polda Jatim mulai Januari hingga April 2016 tercatat sekitar 152 kasus tindak pidana kriminal yang terjadi di Jatim. Jumlah itu didoninasi di wilayah Surabaya yang mencapai 15 persen. “Itu didasari dari tutorial wilayah yang ada di Surabaya yang memang lebih luas,” ujar Hengky.

Selain itu, sebanyak 152 korban yang didominasi jenis kelamin wanita. Hengky mengatakan, pelaku kejahatan kerap menyasar korbannya wanita yang mengendarai kendaraan bermotor roda dua. “Mereka selalu mengincar korbannya yang jalan sendirian atau bahkan yang dibonceng adalah wanita,” katanya.

Namun begitu, ada 128 tersangka yang berhasil dibeluk oleh polisi. Dimana pelaku yang kerap melakukan tindakan penjambretan, atau bahkan perampokan ini dilakukan lebih dari satu orang. “Modus yang dilakukan mereka dengan memepet, serta mengancam denga menggunakan senjata tajam atau senpi untuk menakuti korbannya,” ungkap Hengky.

Sedang barang bukti kendaraan bermotor yang digunakan atau bahkan sepeda motor korban hingga 42 unit diamankan. Selain itu, dari keterangan para pelaku kejahartan ini mengaku karena desakan ekonomi. “Jumlah itu didapati pada empat bulan ini,” ujar Hengky.

Sehingga dengan langkah patroli dan tembak ditempat ini, Hengky berharap angka kriminalitas dapat ditekan. “Semoga dengan langkah ini kami bisa mempersempit para pelaku kejahatan di jalan,” ungkapnya.(mbah heru)

Foto: AKBP Eko Hengky Prayitno

PAM Karnaval Kartinian di Pujon Batu

23 pam karnavalTribratanewsjatim.com: Anggota Polres Batu, Aiptu Sudiman dan Aiptu Sutrisno melakukan pengamanan serta pengawalan karnaval TK RA Kartini, Sabtu (23/4/2016). Kegiatan ini mengambil start kantor Kecamatan Pujon, Batu menuju Masjid Jami’ Darussalam Pandesari, Kecamatan Pujon, Batu, Kabupaten Malang.

Selama kegiatan berlangsung berjalan aman, lancar dan kondusif.  (mbah heru/mgala)

Polres Jombang Amankan “Anak Punk”

23 anjal jombangTribratanewsjatim.com: Sebanyak 31 anak jalanan langsung diamankan anggota Polres Jombang, Sabtu (23/4/2016). Pasalnya, puluhan anak jalanan tersebut diduga telah melakukan aksi pemerasan yang disertai kekerasan terhadap Habib Jamaludin (18), seorang pelajar asal Desa Baleturi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Korban juga diancam dengan menggunakan pisau jika tak menyerahkan HP yang dibawa. Aksi pengeroyokan tersebut terjadi di atas truk yang melaju.

Peristiwa yang dialami korban terjadi sekitar pukul 06.00. Awalnya, korban yang baru saja dari alon-alon Jombang bermaksud pulang ke Nganjuk. Tak punya uang, pelajar salah satu sekolah di kota santri ini kemudian numpang truk. Sekitar 500 meter, yakni di perempatan Pandanwangi, tiba-tiba sekelompok anak jalanan hentikan truk yang ditumpangi. Mereka langsung naik ke atas bak truk.

Tanpa diduga, ketika di atas bak truk, anak jalanan tersebut berulah. Mereka langsung merogoh saku celana korban yang saat itu tengah tiduran. Korban seketika kaget dan berusaha melawan. Ternyata hal itu membuat para anak jalanan itu emosi. Mereka langsung mengeroyok korban. Bahkan, salah satunya mengancam akan membunuh korban jika tidak segera menyerahkan HP. “Korban kewalahan dan babak belur dihajar para pelaku,” ujar Iptu Dwi Retno Suharti, Kasubbag Humas Polres Jombang.

Ketakutan, korban segera serahkan HP miliknya. Selanjutnya, ketika truk berjalan lambat di perempatan Ngrandu, korban segera turun. Dia langsung melaporkan peristiwa yang menimpanya ke pos polisi setempat. Dari laporan itu, beberapa petugas yang berpatroli segera lakukan pengejaran terhadap truk yang ditumpangi para anak jalanan tersebut. Akhirnya, truk berhasil dihentikan di Pos Lantas 907 Bandar Kedungmulyo. Sebanyak 31 anak jalanan yang menumpang truk itu langsung diamankan dan digelandang ke Mapolres Jombang.

Dari 31 anak jalanan itu, sebanyak enam orang yang diduga sebagai pelaku. Mereka menjalani pemeriksaan intensif di ruang Satreskrim. “Barang bukti yang kami amankan sebilah pisau dan satu unit ponsel. Korban dirawat di puskesmas Bandar Kedungmulyo, alami luka memar di dahi,” kata Retno sembari menambahkan “anak punk” itu sebagian besar berasal dari Pasuruan. (mbah heru/sudi)

 

Kartinian, Kapolres Probolinggi dan Istri Ikut Lomba Membuat Sambal

23 Kapolres Probolinggo SUmaryonoTribratanewsjatim.com: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Sumaryono bersama Ny Ratih Sumaryono menghadiri upacara hari Kartini 2016 di lapangan apel Pemkot Probolinggo. Bertindak sebagai irup Walikota Probolinggo Hj. Rukmini dan Inspektur upacara Kepala Diknas.

Kegiatan diikuti oleh Ketua MUI, FKPM se Kota Probolinggo, seluruh PNS dan pegawai honor jajaran Pemkot Probolinggo. Usai giat upacara, Pemkot mengadakan lomba membuat sambal yang diikuti oleh seluruh FKPM termasuk Kapolres Probolinggo bersama Ny Ratih Sumaryono. Dan pemenangnya Kepala Komimfo Kota Probolinggo. (mbah heru/sudi)

 

Kapolri Lantik Anton Charliyan Jabat Kapolda Sulsel

23 Anton Charliyan Kapolda SuselTribratanewsjatim.com: Irjen DR Anton Charliyan MPKN akan mengedepankan comunity Policing dan Soft Power untuk menghadapi Karakteristik Masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Hal ini disampaikan Anton Charliyan usai dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat oleh Kapolri Jenderal Drs Badrodin Haiti di Rupatama Mabes Polri, Kamis (21/4/2016).

Dikatakan, untuk wilayah Sulawesi saat ini memiliki tingkat rawan secara politis, dan kekerasan seperti begal dan narkoba dan juga rawan masalah teroris.

“Kalau tidak terpaksa penegakan hukum bukan di nomor satukan dalam menghadapi sebuah permasalahan. Tetapi akan lebih mengedepankan kedekatan hati,” kata mantan Kadiv Humas Polri itu.

Dalam kesempatan itu juga Irjen Anton menyampaikan rasa maafnya kepada rekan-rekan media.

“Mungkin sewaktu saya menjabat sebagai Kadiv Humas dalam pelaksanaan kerja mungkin tidak bisa penuh dalam memberikan pelayanan, yang hanya bisa hadir dalam momen-momen tertentu,” tandasnya. (mbah heru/tbn)

 

Duh Gusti, Kakek Cabuli 3 Wanita Dibawah Umur

 

4 cabulTribratanewsjatim.com: Sukardi (64) warga asal Desa Senduro Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang ini, dimana diusianya yang sudah memasuki senja, masih berkelakuan tak manusiawi tega mencabuli 3 anak diantaranya mawar , melati , kenanga ( nama samaran ) yang dibawah umur ( duduk di bangku sekolah dasar ) dalam waktu tiga hari berturut – turut.

Pelaku melakoni aksi cabulnya terhadap ketiga korban selama tiga hari berturut – turut yakni Jumat – Minggu (15-17/4/2016). Terkuaknya kelakuan tak manusiawi ini bermula saat dua dari ketiga korban mengadukan ke orang tua korban, kemudian diteruskan oleh orang tua korban dengan melaporkan ke polisi.

Polsek senduro telah mendapat laporan  telah terjadi tidak pidana pencabulan terhadap ketiga anak yang masih dibawah umur, modusnya tersangka melakoni aksinya ketika korban nonton TV dirumah tersangka, lalu oleh tersangka disetelkan video porno dari ponsel, sambil berlalu korbanya digerayangi, diraba raba kemaluanya dan ditelanjangi lalu kemaluanya di foto.

Modus ini terjadi juga terhadap 2 korban lainya atas kejadian ini korban mengadu kepada orang tuanya yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Senduro.

Dari kesaksian korban, pelaku akhirnya ditangkap setelah beberapa saat    polisi memerima laporan tersebut dari otang tua korban.

Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan beberapa baraba barang bukti berupa phonsel milik pelaku, celana pendek milik korban dan celana dalam.

Untuk mempertanggung jawabkan   kelakuannya, saat ini pelaku dan semua alat bukti yang berkaitan dengan kejadian itu telah diamankan di polsek senduro untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, Sabtu (23/4/2016). (mbah heru/mgala)

 

Melalui Pos Khidmat, Kapolres Jember: Hindari Narkoba, Miras dan Balapan Liar

????????????????????????????????????

Tribratanewsjatim.com: Program Pos Khidmat (Polisi Ceramah Kamtibmas Selesai Sholat Jumat) terus saja berlangsung. Semenjak digulirkan di awal kepemimpinan Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK, M.Si, Pos Khidmat sudah sangat familiar di masyarakat Jember. Pemahaman masyarakat Jember akan Pos Khidmat sebagai wadah menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas pun sudah tidak asing lagi.

Namun demikian, Pos Khidmat yang diadakan secara rutin setiap hari Jumat, dari satu masjid ke masjid lain masih terus berlangsung hingga kini.

Tak terkecuali, Jumat (22/4/2016), Kapolres Jemberkembali mengadakan kegiatan serupa di Masjid Baitul Rahmat, Desa Biting, Kec. Arjasa, Jember. Di hadapan ratusan Jemaah yang baru saja usai melaksanakan sholat berjamaah, Kapolres masih seperti minggu-minggu sebelumnya selalu menyampaikan masalah keamanan lingkungan (persoalan Kamtibmas), bahaya narkoba, miras, dan balapan liar (knalpot brong).

Dikatakan, Jember adalah satu kabupaten penyokong ekonomi di wilayah bagian timur, sehingga faktor keamanan adalah mutlak menjadi tanggung jawab bersama. Apabila warga tidak bisa menjaga lingkungannya adalah tindakan ceroboh. Karena itu, Kapolres mengingatkan warga supaya tanggap dan mampu merespon setiap perkembangan informasi sehingga kasus seperti uang palsu senilai Rp 12.5 M yang pernah diungkap Polres Jember diawal tahun 2015 tidak lagi terulang.

????????????????????????????????????

Sebab kasus uang palsu dengan nilai yang cukup besar semacam ini jika dibiarkan beredar secara bebas akan sangat rentan menimbulkan dampak financial Chaos (krisis finansial). Keamanan juga menjadi benteng bagi masyarakat dalam beraktifitas secara bebas, aman dan nyaman.

Sementara narkoba, Kapolres mengajak warga, toga dan tomas agar turut bersama Polri mendukung kebijakan pemeritahan Jokowi untuk menyatakan komitmen memberantas sindikat narkoba sebagai musuh bersama. Toga dan tomas juga diminta agar bisa membuat strategi keamanan untuk dapat membentengi masyarakat supaya terhindar dari narkoba.

Jember merupakan salah satu wilayah tapal kuda yang cukup luas wilayahnya dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta sangat berpotensi tingginya peredaraan narkoba.

Terbukti, selama Operasi terpusat Bersinar Semeru 2016, Polres Jember yang ditarget 15 kasus oleh Polda Jatim justru melampaui dengan mengungkap 27 kasus dan mengamankan 33 tersangka serta lebih dari 40 gram shabu-shabu.

Ini mengindikasikan peredaraan narkoba di Kabupaten Jember benar-benar tergolong tinggi. Tersangka yang diamankan pun tidak hanya dari kalangan masyarakat umum tapi juga ada oknum guru SD, Satpol PP termasuk oknum anggota Polres.  Bahkan selama 2 tahun terakhir ini, sudah ada 3 anggota Polres yang dipecat karena masalah narkoba. Ini menjadi bukti kesungguhan dan komitmen Polres Jember secara masif memberantas sindikat narkoba tanpa pandang bulu.

Apalagi peredaran narkoba sudah menyerang seluruh lini masyarakat tanpa mengenal status dan profesi. Selanjutnya minuman keras (Miras), Kapolres juga mengajak peran masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan.

????????????????????????????????????

Mengingat, peredaran miras saat ini cukup memprihatinkan. Walaupun razia rutin yang dilakukan polres dan polsek jajaran telah berhasil membatasi peredaran miras, akan tetapi kebanyakan masyarakat justru beralih ke minuman keras oplosan yang diracik sendiri dari minuman Kuku Bima dicampur alkohol yang bebas dibeli di toko.

Lebih miris lagi, anak-anak sekolah yang berpotensi dengan masa depan yang masih cerah justru sering terlibat dalam minuman keras, sehingga hal ini dibiarkan akan sangat membahayakan.

Kapolres lantas memberikan contoh, beberapa waktu lalu di Kecamatan Sumbersari, Jember, tiga nyawa melayang sia-sia akibat dari racikan miras oplosan ini.  Termasuk kejadian beberapa waktu lalu, 5 remaja di Kecamatan Arjasa nyaris menjadi korban setelah menengak miras oplosan namun nyawanya dapat tertolong.

Kapolres berharap kasus itu menjadi yang terakhir dan  meminta kerja sama orang tua, pemerintah dan Togas/Tomas untuk ikut mengawasi, jika perlu tangkap dan serahkan Kantor Polisi terdekat apabila menemukan di jalan atau di mana saja melihat ada masyarakat yang minum minuman keras.

Sementara, pesan kamtibmas terakhir yang disampaikan pada kesempatan itu, Kapolres mengakhirinya dengan menjelaskan perilaku buruk masyarakat yang sering terlibat balapan liar atau knalpot brong yang sering meresahkan masyarakat.

Upaya Polres Jember dan polsek jajarannya dalam mencegah balapan liar ini sudah dilakukan hampir setiap hari.  Masyarakat yang tertangkap dalam kasus balapan liar atau knalpot brong sudah jelas akan ditindak oleh petugas, namun tetap dengan mengedepankan langkah-langkah persuasif dengan cara-cara humanis, sehingga masyarakat bisa teredukasi dan memahami bahwa balapan liar atau knalpot brong adalah perbuatan melanggar aturan undang-undang.

Cara humanis yang dilakukan petugas Polres Jember, wajib memberikan teguran secara santun, dengan meminta kepada pemilik sepeda motor untuk melengkapi kembali sepeda motor yang sudah tidak memenuhi spesifikasi teknik. Setelah itu, barulah sepeda motor/kendaraan bisa dibawa pulang namun diharuskan tetap membuat surat pernyataan yang ditanda tangani oleh orangtuanya maupun toga dan tomas sehingga perbuatan yang sama tidak diulangi lagi di kemudian hari.

Usai menyampaikan hal ini, kapolres kemudian menutupnya dengan memberikan sebuah bingkisan tali asih kepada Takjil Masjid sebagai sarana kontak agar selalu terjalin mitra kerja dan terbangun hubungan silaturahmi antara Polres dengan masyarakat.

Pada akhirinya Kapolres Jember yang sejak awal didampingi oleh Kabagops, Kasatreskoba, Kasat Reskrim dan Kasatbinmas berpamitan meninggalkan Masjid Baitul Rahmat dan kembali ke Mapolres Jember dalam nuansa hati yang penuh ceria karena telah menunaikan tugas mulia memberikan pesan kamtibmas kepada masyarakat Desa Biting, Arjasa dan sekitarnya. (mbah heru/umam)

 

Satlantas Polres Situbondo Razia Tilang 25 Pelanggar dan 10 Teguran

23 tilang situbondoTribratanewsjatim.com: Kanit Patroli Lantas Ipda Suhadak memimpin Unit Patroli Satlantas melaksanakan operasi penertiban kendaraan bermotor di Jalan Raya Kotakan Situbondo.

Kegiatan itu bertujuan untuk menekan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta antisipasi kriminalitas. Dalam razia tersebut, Polantas menindak 25 pelanggar dengan Tilang dan 10 pengendara diberikan teguran.

Ipda Suhadak mengatakan, kegiatan razia atau penertiban kendaraan bermotor akan terus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar lalu lintas. Unit Dikyasa Lantas dan Satbinmas serta Bhabinkamtibmas sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ketertiban lalu lintas, namun tingkat pelanggaran masih cukup tinggi. (mbah heru/mgala)

Polantas Bondowoso Tangkap Pelaku Curanmor

22 bondowoso tangkap penjahatTribratanewsjatim.com: Anggota Satlantas Polres Bondowoso, Brigadir Dwi Citra Prasna dan Brigadir Patriot Agustono berhasil menangkap tersangka curnamor sepeda motor Honda Beat nopol P-4060-FC.

Awalnya, sekitar pukul  08.10 WIB, Jumat (22/4/2016)  Brigadir Dwi mendapat telepon dari rekan anggota Reskrim Res Situbondo, bahwa telah terjadi curanmor. Lokasi kejadia di Kabupaten Situbondo yang diperkirakan pelaku melarikan diri ke arah Bondowoso.

Selanjutnya Dwi satat itu stand by di Poslantas Alun-Alun Bondowoso mengajak rekan satu regu anggota Patwal 3-102, Brigadir Patriot untuk melaksankaan hunting dan penghadangan, tepatnya di Jl Raya Bondowoso Situbondo simpang 3 Bataan, anggota tersebut melihat sepeda motor dengan ciri dimaksud melintas kearah Selatan (Jl Raya Pakisan).

Anggota Polantas tadi membuntuti kendaraan tersebut dan akhirnya di Jl Raya Bondowso Jember Desa Pakuniran (Sebelah Kantor Desa Pakuniran), Kecamatan Maesan, polisi behasil menghadang dan menghentikan kendaraan tersebut. Namun saat itu pelaku berusaha melawan dan melarikan diri. Atas kesigapan petugas pelaku berhasil diringkus dan diamaankan beserta barang bukti .

Barang bukti yang diamankan sepeda motor Honda Beat Nopol P-4060-FC, bebagai type kunci T, HP dan sebuah dompet milik pelaku Herman (43) warga Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jember. Kini, Sabtu (23/4/2016) pelaku diamankan di Mapolres Bondowoso. (mbah heru/sudi)

Mahasiswi Itu Pengedar Narkoba

23 sabu cewekTribratanewsjatim.com: Dua perempuan berstatus mahasiswi nekat menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Adalah DY alias Niar (27) warga asal Jl Hamid Rusdi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan DEV tinggal di Apartemen Sokarno-Hatta Lantai 9, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Wanita ini tertangkap Sat Narkoba Polres Malang Kota, usai menjual 1 poket SS seharga Rp 700 ribu kepada DT yang sebelumnya sudah tertangkap lebih dahulu oleh petugas.

Sebelum penangkapan itu, Niar berpesta SS bersama sahabatnya DEV di dalam kamar apartemen, Usai pesta itu, Niar mendapat SMS dari DT memesan 1 poket SS seharga Rp 700 ribu, Sekitar pukul 20.00, Dendri berpamitan untuk pulang sambil menyerahkan 1 poket SS untuk DT.

Tak lama kemudian DT datang ke Apartemen untuk mengambil SS tersebut. Saat itulah petugas melakukan penangkapan terhadap Niar  dan DT, Adapun BB yang diamankan dari tangan Niar berupa 1 pipet kaca terdapat sisa SS 1,07 gram, timbangan elektrik, alat hisap, kemasan plastic kosong, 1 gulung aluminium foil, HP Xiomi dan seperangkat alat hisap SS.

Petugas langsung bergerak cepat berhasil mengamankan DEV yang berada di parkiran apartemen. DEV ditangkap dengan barang bukti berupa 1 kertas tisu berisi SS 35 gram, 3 klip plastic 2,41 gram, 0,84 gram dan 0,35 gram, 12 butir Inex warna kuning, 9 ineks warna ping dan HP. Kini, Sabtu (23/4/201) Niar dan DEVi masih terus dalam pengembangan petugas untuk menangkap bandar lainnya. (mbah heru/umam)